Part 2 MPLS: LDP (Label Distribution Protocol) - Otomatisasi Distribusi Label di Juniper
Selamat datang di Part 2 seri MPLS Masterclass! Di Part 1, kita telah berhasil membangun fondasi jaringan (Underlay) menggunakan OSPF. Semua router (PE dan P) kini sudah mengetahui rute menuju IP Loopback (lo0) masing-masing.
Namun, OSPF saja tidak cukup. OSPF adalah protokol routing IP tradisional. Agar trafik bisa melesat di "jalan tol" MPLS, setiap rute OSPF tersebut harus dipasangkan dengan sebuah Label (nomor identitas unik). Di sinilah LDP (Label Distribution Protocol) mengambil peran.
LDP bekerja persis seperti mesin pencetak tiket otomatis. Ia akan melihat tabel rute OSPF, membuatkan label untuk setiap rute (terutama IP Loopback), lalu membagikan informasi label tersebut ke router tetangganya.
Loopback: 10.0.0.1")) -->|"Sesi LDP (2-Arah)
Tukar Menukar Label"| P(("P-Router
Loopback: 10.0.0.2")) P -->|"Sesi LDP (2-Arah)
Tukar Menukar Label"| PE2(("PE-2
Loopback: 10.0.0.3")) style PE1 fill:#2d2d2d,stroke:#a6e22e,stroke-width:2px,color:#fff style P fill:#2d2d2d,stroke:#ff9800,stroke-width:2px,color:#fff style PE2 fill:#2d2d2d,stroke:#66d9ef,stroke-width:2px,color:#fff
Langkah 1: Mengaktifkan LDP di Juniper
Konfigurasi LDP di Juniper sangatlah sederhana. Kita hanya perlu mendaftarkan interface fisik yang mengarah ke jaringan Core, serta wajib mendaftarkan interface Loopback (lo0.0) agar LDP memiliki Router ID yang stabil.
Berikut adalah contoh konfigurasi pada PE-1:
# Masuk ke hierarki protokol LDP set protocols ldp interface xe-0/0/0.0 set protocols ldp interface lo0.0 commit
Catatan: Lakukan hal yang sama pada P-Router dan PE-2. Pastikan Anda mendaftarkan semua interface fisik yang saling terhubung antar router.
Langkah 2: Verifikasi Sesi (Neighbor) LDP
Sama seperti OSPF dan BGP, LDP juga membentuk hubungan "bertetangga" (adjacency). LDP menggunakan protokol TCP port 646 untuk mengirim pesan secara andal. Mari kita cek apakah PE-1 sudah bertetangga dengan P-Router.
root@PE-1> show ldp neighbor Address Interface Label space ID Hold time 172.16.12.2 xe-0/0/0.0 10.0.0.2:0 14
Jika IP tetangga Anda muncul di sana, artinya komunikasi LDP sudah terbentuk dan mereka sedang sibuk bertukar "karcis" (Label).
Langkah 3: Keajaiban Tabel inet.3
Ini adalah rahasia terbesar dalam MPLS Juniper. Saat Anda mengaktifkan LDP, Juniper akan membuat sebuah tabel routing khusus bernama inet.3. Tabel ini hanya berisi IP Loopback milik router lain yang rutenya sudah dilengkapi dengan informasi Label MPLS.
Mari kita intip isi tabel inet.3 pada PE-1 untuk melihat apakah PE-1 sudah tahu cara mengirim paket berlabel ke PE-2 (10.0.0.3):
root@PE-1> show route table inet.3
inet.3: 2 destinations, 2 routes (2 active, 0 holddown, 0 hidden)
+ = Active Route, - = Last Active, * = Both
10.0.0.2/32 *[LDP/9] 00:05:12, metric 1
> to 172.16.12.2 via xe-0/0/0.0, Push 299776
10.0.0.3/32 *[LDP/9] 00:05:12, metric 2
> to 172.16.12.2 via xe-0/0/0.0, Push 299792
Penjelasan Output:
- Perhatikan teks
Push 299792. Ini adalah keajaibannya! PE-1 sekarang tahu bahwa jika ia ingin mengirim data ke PE-2 (10.0.0.3), ia tidak boleh sekadar mengirim paket IP biasa. Ia harus menempelkan (Push) label nomor 299792 ke paket tersebut. - Saat paket ini sampai di P-Router, P-Router hanya akan membaca label "299792" tersebut lalu meneruskannya secepat kilat tanpa repot-repot membedah isi paket IP-nya.
Infrastruktur jalan tol (LDP) kita sudah 100% jadi dan beroperasi. Namun, jalan tol ini masih kosong melompong. Di Part 3 nanti, kita akan belajar bagaimana mengalirkan trafik pelanggan perusahaan VVIP melewati jalan tol ini menggunakan teknologi MPLS L3VPN (VRF). Sampai jumpa di Part 3!
Post a Comment