Part 1 MPLS: Konsep Dasar MPLS & Membangun Fondasi Underlay OSPF di Juniper
Selamat datang di seri MPLS Masterclass! Jika seri BGP sebelumnya mengajarkan kita bagaimana cara mengarahkan trafik di ujung jaringan internet, seri MPLS ini akan mengajarkan kita cara membangun "jalan tol bebas hambatan" di dalam backbone jaringan (Core) ISP kita sendiri.
Mengapa kita butuh MPLS (Multiprotocol Label Switching)? Pada routing IP tradisional, setiap router yang dilewati paket harus membongkar paket tersebut, melihat IP tujuannya, lalu mencocokkannya dengan jutaan rute di tabel routing (BGP). Ini sangat menguras CPU dan lambat.
Dengan MPLS, paket data akan diberi "Label" (seperti karcis tol). Router di tengah jalan (Router Transit / P) tidak perlu lagi melihat IP tujuannya, mereka cukup melihat nomor Labelnya dan langsung melempar paket ke router berikutnya. Sangat cepat dan efisien!
(Ingress/Masuk)
Lo0: 10.0.0.1")) -->|"xe-0/0/0
Tempel Label (Push)"| P(("P-Router
(Transit/Core)
Lo0: 10.0.0.2")) P -->|"xe-0/0/1
Ubah Label (Swap)"| PE2(("PE-2
(Egress/Keluar)
Lo0: 10.0.0.3")) style PE1 fill:#2d2d2d,stroke:#a6e22e,stroke-width:2px,color:#fff style P fill:#2d2d2d,stroke:#ff9800,stroke-width:2px,color:#fff style PE2 fill:#2d2d2d,stroke:#66d9ef,stroke-width:2px,color:#fff
Dalam istilah ISP, ada dua jenis router MPLS:
- PE (Provider Edge): Router yang berhadapan langsung dengan klien/internet. Tugasnya menempelkan label awal (Push) atau melepas label (Pop).
- P (Provider Core): Router di tengah jaringan yang hanya meneruskan label (Swap) tanpa peduli isi datanya.
Langkah 1: Membangun Fondasi (Underlay) dengan OSPF
Sebelum kita bisa membagi-bagikan "karcis" MPLS, seluruh router di jaringan kita harus tahu letak satu sama lain. Kita membutuhkan protokol routing internal (IGP) seperti OSPF atau IS-IS untuk menyebarkan IP Loopback (lo0) setiap router. Ini disebut sebagai jaringan Underlay.
Mari kita konfigurasikan PE-1 sebagai contoh:
# 1. Konfigurasi IP pada interface fisik dan loopback set interfaces xe-0/0/0 unit 0 family inet address 172.16.12.1/30 set interfaces lo0 unit 0 family inet address 10.0.0.1/32 # 2. Aktifkan fitur MPLS pada interface fisik (Wajib agar interface bisa menerima paket berlabel) set interfaces xe-0/0/0 unit 0 family mpls # 3. Konfigurasi OSPF Area 0 untuk semua interface internal kita set protocols ospf area 0.0.0.0 interface xe-0/0/0.0 interface-type p2p set protocols ospf area 0.0.0.0 interface lo0.0 passive # 4. Aktifkan protokol MPLS secara global pada interface yang mengarah ke P-Router set protocols mpls interface xe-0/0/0.0 commit
Lakukan konfigurasi yang serupa pada P-Router dan PE-2 dengan menyesuaikan IP address masing-masing.
Langkah 2: Verifikasi Output OSPF & MPLS
Sebagai Network Engineer, kita tidak boleh hanya sekadar memasukkan perintah commit tanpa melakukan verifikasi. Kita harus memastikan fondasi OSPF sudah berdiri kokoh sebelum menyalakan protokol distribusi label di part selanjutnya.
Gunakan perintah show ospf neighbor untuk mengecek apakah PE-1 sudah terhubung (Full) dengan P-Router.
root@PE-1> show ospf neighbor Address Interface State ID Pri Dead 172.16.12.2 xe-0/0/0.0 Full 10.0.0.2 128 33
Selanjutnya, pastikan bahwa interface ke arah jaringan Core sudah mengenali protokol MPLS menggunakan perintah show mpls interface.
root@PE-1> show mpls interface Interface State Administrative groups (x: extended) xe-0/0/0.0 Up <none>
Sempurna! Fondasi jaringan (Underlay) kita sudah siap. Semua router di backbone kini sudah saling mengenali IP Loopback masing-masing melalui OSPF, dan interface fisik siap untuk dilewati paket data berlabel.
Di Part 2, kita akan menghidupkan LDP (Label Distribution Protocol) agar router-router ini bisa secara otomatis membagikan "karcis tol" mereka ke router tetangga. Bersiaplah untuk masuk ke inti dari keajaiban MPLS!
Post a Comment