Part 9 BGP : Skalabilitas Jaringan Internal - Konfigurasi iBGP & Route Reflector di Juniper
Selamat datang di Part 9! Dari Part 1 hingga 8, kita selalu membahas tentang eBGP (External BGP), yaitu BGP yang dikonfigurasi untuk terhubung dengan router di luar jaringan kita (beda AS Number). Lalu, bagaimana cara kita mendistribusikan ratusan ribu rute internet tersebut ke router-router cabang di dalam internal jaringan kita sendiri?
Di sinilah kita menggunakan iBGP (Internal BGP). Sesuai namanya, iBGP berjalan di antara router-router yang memiliki AS Number yang sama.
Namun, iBGP memiliki satu aturan baku (Split Horizon Rule): "Sebuah rute yang diterima dari rekan iBGP tidak boleh diteruskan ke rekan iBGP lainnya." Aturan ini memaksa kita untuk membuat topologi Full-Mesh (semua router harus saling terhubung). Jika Anda memiliki 10 router, Anda butuh 45 koneksi BGP! Ini akan membuat CPU router cepat penuh. Solusinya? Route Reflector (RR).
(Core Router)")) --> C1["Client 1"] RR --> C2["Client 2"] RR --> C3["Client 3"] RR --> C4["Client 4"] end style RR fill:#ff9800,stroke:#fff,stroke-width:2px,color:#fff style A fill:#2d2d2d,stroke:#66d9ef,stroke-width:2px,color:#fff style C1 fill:#2d2d2d,stroke:#a6e22e,stroke-width:2px,color:#fff
Dengan Route Reflector, router cabang (Client) cukup melakukan peering iBGP ke satu titik pusat (Router Core / RR). RR inilah yang bertugas memantulkan (merefleksikan) rute ke semua kliennya.
Langkah 1: Persiapan IP Loopback
Best practice dalam mengonfigurasi iBGP adalah tidak menggunakan IP Interface fisik (seperti antar port SFP), melainkan menggunakan IP Loopback (lo0). Alasannya agar sesi iBGP tetap hidup meskipun ada salah satu kabel fisik yang putus, selama masih ada jalur routing OSPF/IS-IS cadangan.
- Router Core (RR) Loopback:
10.255.255.1/32 - Router Client 1 Loopback:
10.255.255.2/32 - Router Client 2 Loopback:
10.255.255.3/32 - AS Number Lokal:
65001
Langkah 2: Konfigurasi di sisi Route Reflector (Router Core)
Kunci dari konfigurasi RR di Juniper adalah menambahkan parameter cluster. Cluster ID berguna untuk mencegah routing loop di jaringan internal yang kompleks.
# Buat BGP Group tipe internal set protocols bgp group IBGP-RR-CLIENTS type internal # Set IP Source menggunakan Loopback Router Core set protocols bgp group IBGP-RR-CLIENTS local-address 10.255.255.1 # Jadikan router ini sebagai Route Reflector dengan Cluster ID (Biasanya memakai IP Loopback) set protocols bgp group IBGP-RR-CLIENTS cluster 10.255.255.1 # Tambahkan IP Loopback router-router cabang sebagai neighbor (klien) set protocols bgp group IBGP-RR-CLIENTS neighbor 10.255.255.2 set protocols bgp group IBGP-RR-CLIENTS neighbor 10.255.255.3 commit
Langkah 3: Konfigurasi di sisi Router Cabang (Client)
Di sisi router klien, konfigurasinya sangat standar. Klien tidak perlu tahu bahwa router di seberangnya adalah sebuah Route Reflector. Klien cukup melakukan peering iBGP biasa.
# Buat BGP Group tipe internal set protocols bgp group TO-CORE type internal # Set IP Source menggunakan Loopback Router Klien set protocols bgp group TO-CORE local-address 10.255.255.2 # Peering ke IP Loopback Router Core (RR) set protocols bgp group TO-CORE neighbor 10.255.255.1 commit
Lakukan hal yang sama pada Client 2, namun ubah local-address menjadi 10.255.255.3.
Langkah 4: Verifikasi BGP Internal
Untuk memastikan semuanya berjalan, cek status BGP di Router Core. Jika statusnya Established, itu berarti router cabang Anda sudah sukses menjadi klien Route Reflector.
show bgp summary Peer AS InPkt OutPkt OutQ Flaps Last Up/Dwn State|#Active/Received/Accepted/Damped... 10.255.255.2 65001 1520 1600 0 1 1w2d 12:00 Establ 10.255.255.3 65001 1510 1598 0 2 1w2d 11:30 Establ
Kini, rute internet (Full Route) yang diterima oleh Router Core dari Upstream (eBGP) akan otomatis didistribusikan (direfleksikan) ke seluruh router cabang Anda dengan rapi tanpa membebani CPU secara berlebihan. Pada praktiknya, jaringan berskala besar minimal memiliki dua buah Router Core yang dijadikan RR untuk kebutuhan redundancy.
Di artikel Part 10 (Part Terakhir!), kita akan membahas sentuhan akhir optimasi BGP menggunakan fitur Route Dampening dan Multipath Load Balancing.
Post a Comment